Bencana Alam di Indonesia

Berlokasi di Cincin Api Pasifik (sebuah area dengan banyak aktivitas tektonik), Indonesia harus beradaptasi dengan resiko letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir, serta tsunami yang sering terjadi. Pada beberapa peristiwa selama 15 tahun terakhir, Indonesia menjadi headline di media-media dunia karena bencana-bencana alam yang mengerikan dan menyebabkan kematian ratusan ribu manusia dan hewan, dan juga menghancurkan wilayah daratannya (termasuk banyak infrastruktur sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi). Musim hujan atau kemarau yang ekstrim bisa menghancurkan panen bahan makanan, memicu terjadinya inflasi dan menyebabkan tekanan finansial yang berat bagi kalangan kurang mampu di masyarakat Indonesia. Terakhir, bencana-bencana alam akibat ulah manusia (seperti kebakaran hutan yang disebabkan karena kebudayaan pembakaran ladang) bisa menyebabkan dampak-dampak yang sangat besar bagi lingkungan hidup.

Salah satu catatan penting adalah kenyataan bahwa infrastruktur Indonesia yang terkenal lemah - akibat manajemen yang salah, kurangnya keahlian dan korupsi - memperparah dampak-dampak buruk yang terjadi setelah bencana alam. Dikarenakan oleh hal ini, ada lebih banyak korban dan kerusakan akibat bencana-bencana alam di Indonesia dari yang seharusnya terjadi.


Letusan Gunung Berapi di Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki paling banyak gunung berapi aktif di seluruh dunia. Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia adalah tiga lempeng tektonik aktif yang menyebabkan terjadinya zona-zona tumbukan yang kemudian membentuk gunung-gunung berapi ini. Indonesia diperkirakan memiliki 129 gunung berapi, semuanya diawasi dengan hati-hati oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Hal ini dilakukan karena sejumlah gunung berapi di Indonesia terus menunjukkan aktivitas.

Setidaknya ada satu letusan gunung berapi yang signifikan di Indonesia setiap tahunnya. Namun, biasanya hal ini tidak menyebabkan kerusakan yang besar bagi lingkungan atau menewaskan korban jiwa karena gunung-gunung berapi yang paling aktif terletaknya biasanya di tempat-tempat terpencil.

Beberapa peristiwa letusan gunung berapi yang berdampak berat dalam sejarah Indonesia disebutkan di tabel di bawah:

  Gunung Api
  Lokasi   Tanggal Letusan
     Jumlah Korban Jiwa
  Merapi   Jawa Tengah   03 November 2010                     138
  Kelut   Jawa Timur   26 April 1966                     212
  Agung   Bali   17 Maret 1963                   1,148
  Merapi   Jawa Tengah   25 November 1930                   1,369
  Kelut   Jawa Timur   19 Mei 1919                   5,110
  Awu   Sulawesi Utara   07 Juni 1892                   1,532
  Krakatau   Selat Sunda   26 Augustus 1883                  36,600
  Galunggung   Java Barat   08 Oktober 1822                   4,011
  Tambora   Sumbawa   10 April 1815                  71,000+


Selain mengakibatkan korban jiwa, letusan gunung berapi bisa menyebabkan kerusakan yang berarti bagi ekonomi lokal dengan merugikan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang terlibat dalam industri pariwisata, kuliner, akomodasi komersil, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Terjadi perkembangan yang positif saat ini, letusan gunung berapi memakan lebih sedikit korban jiwa karena metode pengawasan gunung berapi yang lebih baik dikombinasi dengan evakuasi darurat yang lebih terorganisir.


Gempa Bumi di Indonesia

Gempa bumi mungkin adalah ancaman bencana alam terbesar di Indonesia karena terjadi tiba-tiba dan bisa menyerang wilayah padat penduduk, seperti kota-kota besar. Gempa bumi dengan kekuatan sekitar 5 atau 6 skala Richter terjadi hampir setiap hari di Indonesia namun biasanya tidak menyebabkan atau hanya sedikit menyebabkan kerugian. Kalau kekuatan gempa melewati 7 skala Richter, sebuah gempa bisa menyebabkan banyak kerusakan. Setiap tahunnya, dua atau tiga gempa bumi dengan 7 skala Ritcher (atau lebih) terjadi di Indonesia dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur maupun lingkungan hidup. Di bawah ini terdapat daftar gempa bumi-gempa bumi yang baru terjadi dan menyebabkan kerusakan parah:

  Pulau           Tanggal
   Kekuatan   Korban Jiwa
  Sumatra    25 Oktober 2010          7.7            435
  Sumatra    30 September 2009          7.6          1,117
  Jawa    17 Juli 2006          7.7            730
  Jawa    26 Mei 2006          6.3          5,780
  Sumatra    28 Maret 2005          8.6          1,313
  Sumatra    26 Desember 2004          9.2         283,106


Sebagian sebab dari banyaknya jumlah korban jiwa maupun luka-luka di Indonesia adalah karena konstruksi yang buruk dari rumah-rumah dan infrastruktur yang ada. Itu sebabnya mengapa gempa yang sedang bisa saja menyebabkan jatuhnya banyak korban, runtuhnya gedung-gedung, dan hilangnya tempat tinggal bagi banyak orang. Sebuah publikasi dari Bank Dunia (dirilis Oktober 2010) mengekspresikan kekuatiran akan kemungkinan terjadinya dampak yang mengerikan apabila sebuah gempa dengan kekuatan 8,5 skala Richter terjadi di sebuah megapolitan seperti Jakarta.


Tsunami di Indonesia

Sebuah gempa bumi atau letusan gunung berapi dalam laut bisa menyebabkan gelombang tsunami yang memiliki dampak mengerikan bagi manusia dan semua objek di dekat laut. Pada tahun 2004, sejumlah negara di dunia diguncang oleh gempa bumi di Samudera Hindia dan tsunami yang menyusul kemudian, menewaskan 167.000 orang di Indonesia (terutama Aceh). Meskipun sebuah tsunami yang sangat besar seperti yang terjadi pada akhir tahun 2004 sangat jarang, wilayah Sumatra sering dikejutkan dengan gempa bumi di bawah laut yang berpotensi menyebabkan tsunami. Dengan peristiwa tsunami 2004 masih segar di dalam ingatan, tingkat kekuatiran masyarakat sangat tinggi. Masyarakat Indonesia yang bertempat tinggal di desa-desa atau kota-kota dekat pantai sering melarikan diri ke wilayah perbukitan (yang terletak lebih ke tengah daratan) setelah sebuah gempa bumi terjadi. Rata-rata, setiap lima tahun sekali sebuah tsunami besar terjadi di Indonesia, biasanya di pulau Sumatra dan pulau Jawa. Pada umumnya, kerusakan pada infrastruktur melebihi jumlah korban jiwa. Ada alat-alat sistem peringatan yang dipasang di banyak area pantai namun ada laporan-laporan bahwa tidak semua peralatan itu berfungsi dengan baik.


Banjir di Indonesia

Musim hujan di Indonesia (yang terjadi dari Desember sampai Maret) bisa menyebabkan curah hujan yang tinggi. Dikombinasikan dengan pengundulan hutan dan saluran-saluran air yang tersumbat oleh sampah, ini bisa menyebabkan sungai-sungai meluap dan terjadi banjir. Banjir dan tanah longsor terjadi di banyak wilayah di Indonesia dan bisa menyebabkan jatuhnya ratusan korban, hancurnya rumah-rumah dan infrastruktur lain, dan kerugian bagi bisnis-bisnis lokal. Bahkan di megapolitan seperti Jakarta, banjir terjadi secara reguler karena lemahnya manajemen air. Misalnya pada Januari 2013, sebuah wilayah yang sangat luas dari Jakarta terkena banjir. Hal ini membawa dampak pada lebih dari 100.000 rumah dan menyebabkan hilangnya nyawa lebih dari 20 orang.