Pandu Sjahrir, Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), mengatakan arus kas sekitar 65% penambang batubara Indonesia tidak cukup untuk mempertahankan usaha mereka, karenanya mereka memutuskan untuk memotong jumlah hasil produksi. Berkurangnya hasil produksi batubara di Indonesia seharusnya dapat mendongkrak harga batubara global yang nyaris menyentuh level terendah selama 9 tahun terakhir karena kelebihan suplai global dan melambatnya permintaan internasional, terutama dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sjahrir memprediksi harga batubara akan sedikit naik di 2016 menjadi sekitar 60 dollar AS per ton.

Indonesia, produsen batubara termal terbesar di dunua, mungkin mengekspor antara 330 sampai 360 juta ton batubara di 2015. Sementara itu, konsumsi batubara domestik diperkirakan pada 90 juta ton di 2015 dan 100 juta ton di 2016. Konsumsi batubara domestik diprediksi akan bertumbuh karena Pemerintah Indonesia menargetkan membangun pembangkit-pembangkit tenaga listrik baru berkapasitas 35 gigawatt, kebanyakan bertenaga batubara, sampai dengan tahun 2019.

Produksi, Ekspor dan Konsumpsi Batubara Indonesia:

   2007  2008  2009  2010  2011  2012  2013  2014  2015¹
Produksi   217   240   254   275   353   412   474   458   400
Ekspor   163   191   198   210   287   345   402   382   345
Domestik    61    49    56    65    66    67    72    76    90

¹ menunjukkan prognosis
dalam juta ton

Sumber: Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI)

Bahas