Sementara itu, ekonom Standard Chartered Bank Eric Sugandi memprediksi inflasi Juli pada 0,75% (m/m) atau 7,1% (y/y). Sugandi menambahkan bahwa inflasi Juli Indonesia tidak akan memuncak setinggi tahun 2014 dan 2013 karena daya beli masyarakat telah berkurang akibat perlambatan ekonomi, tingkat suku bunga yang tinggi, rendahnya harga-harga komoditi, dan tingkat inflasi tinggi yang berkelanjutan. Dia juga menekankan bahwa intervensi Pemerintah telah berhasil mengurangi inflasi pada produk-produk tertentu.

Sugandi mendeteksi permintaan domestik yang lemah selama periode Idul Fitri tahun ini dan mengatakan bahwa Pemerintah seharusnya memberikan perhatian terhadap hal ini dan melakukan usaha-usaha untuk mendongkrak konsumsi domestik. Satu strategi kunci untuk mendongkrak konsumsi jenis ini adalah melalui peningkatan belanja Pemerintah. Sejauh ini di tahun ini telah terjadi penundaan belanja Pemerintah dan karenanya membatasi ketersediaan pekerjaan dan pertumbuhan perekonomian secara umum di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.

Lanjut Baca:

Inflation Indonesia Update June: Consumer Price Index Up 0.54% m/m

 Inflasi di Indonesia:

Bulan  Monthly Growth
          2013
 Monthly Growth
          2014
 Monthly Growth
          2015
Januari          1.03%          1.07%         -0.24%
Februari          0.75%          0.26%         -0.36%
Maret          0.63%          0.08%          0.17%
April         -0.10%         -0.02%          0.36%
Mei         -0.03%          0.16%          0.50%
Juni          1.03%          0.43%          0.54%
Juli          3.29%          0.93%
Augustus          1.12%          0.47%
September         -0.35%          0.27%
Oktober          0.09%          0.47%
November          0.12%          1.50%
Desember          0.55%          2.46%
Total          8.38%          8.36%          0.96%

Source: Statistics Indonesia (BPS)

Inflasi di Indonesia 2008-2014:

     2008    2009    2010    2011    2012    2013    2014
Inflasi
(annual percent change)
    9.8     4.8     5.1     5.4     4.3     8.4     8.4

Sumber: Bank Dunia

Bahas