Semalam Jeroen Dijsselbloem, Ketua Menteri Keuangan Kelompok Eropa, mengatakan bahwa "kami telah mengadakan diskusi secara mendalam, konstruktif, mencakup banyak hal, sekaligus mencapai kemajuan, namun tidak cukup untuk mencapai suatu penyelesaian bersama." Senin depan, pemerintah (sayap kiri) baru Yunani dan kreditur internasional pihak tersebut akan melanjutkan pembahasan untuk mencari jalan berkaitan dengan program bailout Yunani (paket bailout Yunani akan berakhir bulan ini).

Seiring dengan mata uang negara-negara berkembang Asia lain, rupiah sedang melemah terhadap dolar AS pada hari Kamis. Selain ketidakpastian yang disebabkan oleh masalah ‘Greek default’, pasar juga menunggu finalisasi Anggaran Pengeluaran Belanja Negara Perubahan Tahun 2015 (APBN-P 2015) oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN-P ini akan siap sebelum akhir pekan.

Patokan nilai tukar rupiah Bank Indonesia (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, yang disingkat JISDOR) terdepresiasi 0.74 persen menjadi Rp 12,794 per dolar AS pada hari Kamis (12/01).

| Source: Bank Indonesia

Pada hari Jumat (13/02), bank sentral Indonesia (Bank Indonesia) dijadwalkan merilis angka (2014) neraca transaksi berjalan resmi. Sejak akhir tahun 2011, Indonesia menghadapi masalah defisit neraca transaksi berjalan, yang menunjukkan bahwa negara ini mengandalkan aliran masuk modal luar negeri (dan demikian rentan terhadap aliran modal keluar pada saat terjadinya goncangan ekonomi global). Defisit neraca transaksi berjalan pada tahun 2014 diperkirakan berkisar 3 persen dari PDB nasional, lebih baik dibanding 3.3 persen dari PDB pada tahun sebelumnya. Seandainya data baru yang akan dirilis Jumat menunjukkan perbaikan signifikan pada defisitnya diharapkan dapat mendorong nilai mata uang rupiah. Walaupun harga minyak mentah saat ini memiliki pengaruh positif pada neraca (Indonesia adalah pengimpor minyak netto sejak pertengahan 2000an), harga-harga komoditas utama Indonesia (seperti minyak sawit dan batubara) jatuh dalam beberapa bulan terakhir sehingga membatasi kinerja ekspor nasional.

Neraca Transaksi Berjalan (% dari PDB)

Bahas