Bila sukses, transaksi ini mungkin akan menjadi rights issue terbesar di Asia Tenggara pada tahun ini (dan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia, melebihi 1,3 miliar dollar AS yang dikumpulkan Bank Mandiri di 2011). Karena itu, transaksi ini dapat mendukung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah melemah lebih dari 16% sejauh ini di 2015 sebagai akibat dari ancaman kenaikan suku bunga AS, rupiah yang melemah tajam, pendapatan perusahaan domestik yang lemah, dan juga lambatnya pertumbuhan ekonomi domestik dan global (menyebabkan rendahnya harga-harga komoditi).

Philip Morris International Inc. harus memotong kepemilikan sahamnya yang mencapai 98,18% di HM Sampoerna dalam rangka memenuhi peraturan-peraturan baru ini. Per Januari 2016, perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia diharuskan memiliki free-float minimal 7,50%, Dengan nilai pasar 23,2 miliar dollar AS, HM Sampoerna adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dalam konteks kapitalisasi pasar.

Performa Saham HM Sampoerna - HMSP:

HM Sampoerna juga diprediksi akan mengumumkan harga pada 1 Oktober 2015 dan mulai memperdagangkan ex-rights pada 20 Oktober. Koordinator global gabungan untuk penawaran ini adalah Goldman Sachs Group Inc. dan JPMorgan Chase & Co. bersama dengan Citigroup Inc. Credit Suisse Group AG dan Mandiri Sekuritas sebagai bookrunners gabungan.

Lanjut Baca:

Company Profile of HM Sampoerna
Tobacco Industry Indonesia Concerned about Looming Tax Hike
 Smoking in Indonesia: Government’s Mixed Tobacco Control Policies

Bahas